Jumat, 21 Januari 2011

ROBOTIK

1. Qbo

Sebuah robot mini yang lucu dan menggemaskan. Robot yang diberi nama Qbo ini pun digadang-gadang bisa berperan sebagai robot rumahan yang bisa dibeli banyak orang.
Qbo memang tercipta tanpa memiliki lengan dan kaki. Walau robot ini terlihat tak bisa berbuat apa-apa, tapi Qbot dirancang dengan beberapa fitur menarik.
Salah satunya adalah dirancang untuk menjadi robot interaktif.
Robot ini berjalan pada sistem operasi Linux dan akan menawarkan kodenya secara open source untuk programmer canggih untuk bisa memanfaatkan itu.
Pengembangan Qbo didasarkan pada perangkat lunak open source dan hardware untuk upgrade DIY (Do It Yourself).
Di dalam perutnya terletak Motherboard Mini-ITX serta mampu terhubung internet via WiFi, dilengkapi Bluetooth, sebuah prosesor Intel Atom dan grafis NVIDIA Ion.
Dengan tinggi 18 inch dan berat 19-24 pon, Qbot sengaja dirancang untuk konsumen berkantung pas-pasan agar bisa dinikmati banyak orang.
Dilengkapi tiga roda, robot ini diklaim mampu menghindari berbagai rintangan.
Ditambah empat sensor infra merah, ultrasonik, dan mata ber-webcam untuk visi stereoscopic dan mendeteksi wajah.
Sayangnya robot ini ga punya lengan neh tapi emang pintar dalam mengenali lingkungannya karena bisa mengenali mapun objek disekitarnya .
Ada juga speech recognition system sehingga kita bisa berbicara dengan robot ini serta ada juga Speech Synthesis System, API dan Web Control panel
Tak lupa, tiga mikrofon untuk mengenali suara serta LED untuk memberikan ekspresi wajah dan speaker untuk memungkinkan sintesis ucapan.
Diberitakan Cnet, Kamis (26/5/2010), Paz dalam blognya menceritakan bahwa butuh waktu selama 5 tahun untuk merancang Qbot.
Proyek ini terinspirasi oleh keinginan untuk menciptakan sebuah robot rumahan layaknya kucing dan anjing peliharaan.
Mengutip ucapan profesor teknik Universitas Tokyo, Tomomasa Sato, Paz memenuhi panggilan para pencipta robot untuk mulai menciptakan robot open source berstandar global yang nantinya menjadi Ford Model T atau robotika konsumen.
Sato percaya robot berstandar global mampu menginspirasi puluhan ribu insinyur di seluruh dunia untuk mewujudkan impian memiliki sebuah robot pribadi yang berguna dirumah.

2. Anybots QB

Khawatir saat karyawan anda absen dari pekerjaannya?
Tidak perlu, karena kini ada Anybots QB, sebuah robot TelePresence yang sudah dibekali kemampuan TeleConference yang bisa mewakili anda saat di kantor para karyawan anda absen.
Anybots QB pun dibekali kemampuan TeleConference. Sepanjang waktu robot ini akan menampilkan video webcam live wajah sang pemilik.
Alhasil pemiliknya bisa melihat apa saja yang terjadi di kantor, walau mereka sedang absen sekalipun.
“Robot QB merupakan perpanjangan dari Anda,” tutur Bob Christoper selaku Chief Operating Officer dari Anybots.
“Hal ini akan menghapuskan hambatan antara manusia dan pekerjaannya,” tambahnya seperti diberitakan Wired.
Hanya dengan menggunakan web-broser dan yang dapat mengirimkan suara juga video pemiliknya. Robot QB pun dapat juga diatur oleh penggunanya di rumah ataupun di tempat yang anda inginkan.
Sebagai alat keseimbangannya, Robot ini dilengkapi dengan Segway. Robot QB juga mempunyai dua mata yang mirip karikatur film animasi Pixar, Wall-E.
Cukup unik robot ini, di atas leher tepasang sebuah kamera dan layar yang bisa diatur ketinggiannya dari mulai 3 meter sampai 5 meter, disesuaikan dengan lawan bicara.
Berat robot ini sekitar 35 kg, dan Robot QB ini mempunyai ‘otak’ prosessor Intel Core 2 Duo. Kedepannya, Anybots QB akan didukung dengan jaringan 3G.
Harganya US$ 15.000 atau sekitar Rp 138 juta.
Memang sedikit mahal. Ini karena Anybots QB dilengkapI WiFi 802.11g, kamera video 5 megapixel dan juga memiliki kecepatan untuk berjalan 3,5 km perjam.
Sebandinglah dengan pekerjaanya untuk membantu anda.